Aceh Termasuk Dengan Perkembangan Ekonomi Yang Lamban

Aceh Termasuk Dengan Perkembangan Ekonomi Yang Lamban – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) jadi bahan perbincangan beberapa hari ini. Hal semacam itu sebab langkah parlemen yang tengah mengupas ketentuan keluarga yang di dalamnya mengijinkan poligami.

Propinsi Aceh sendiri sebagai satu diantara lokasi yang perkembangan ekonominya masih termasuk lamban. Bahkan juga, angka perkembangan ekonomi Aceh saja masih dibawah rata-rata perkembangan ekonomi nasional.

Mengambil data Tubuh Pusat Statistik (BPS) Minggu (7/7/2019) Aceh menuliskan perkembangan ekonomi sebesar 4,61% selama 2018. Angka itu lebih rendah ketimbang perkembangan ekonomi nasional yang sentuh 5,1%.

Pada 10 propinsi di Pulau Sumatera, Aceh malahan masuk ke 5 propinsi dengan perkembangan ekonomi yang rendah. Sumatera Selatan jadi propinsi paling maju ekonominya dengan angka perkembangan sebesar 6,04%.

Ditengah-tengah perekonomian yang cukup lamban itu, malahan DPRA tengah mengupas ketentuan untuk memperkenankan poligami untuk penduduk, bukan memajukan kesejahteraan ekonomi yang pasti masih kurang.

DPRA beralasan sekarang meriah dilaksanakan nikah siri oleh beberapa pihak yang mengerjakan poligami. Nikah siri bikin pertanggungjawaban pria pada istri-istri serta anak-anaknya lemah.

“Dengan meriah berlangsungnya kawin siri ini, pertanggungjawaban pada Tuhan ataupun anak yang dilahirkan ini kan lemah. Jadi kita setuju mengendalikan, toh bila kita tidak mengatur kan kawin pun begitu,” jelas Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, Musannif.