Bermodus Pecah Kaca Mobil, 2 Pencuri di Bandung Diringkus

Bermodus Pecah Kaca Mobil, 2 Pencuri di Bandung Diringkus – Muhammad Basri Podo (39) serta Aldi Pawane (43) ke luar dari tempat Satreskrim Polres Cimahi memakai kursi roda serta mengenakan pakaian oren dengan kaki dililit perban selesai polisi menangkapnya.

Mereka diamankan sebab mengerjakan tindakan tindak pidana pencurian dengan pemberatan pada Selasa (11/9/2018) di Alfamart Kampung Kramat RT 5/RW 6 Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

“Polisi sukses mengamankan dua orang aktor pencurian dengan pemberatan. Modus yg diperlukan memecah kaca ketimbang kendaraan korban,” kata Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara di Mapolres Cimahi, Rabu (10/10/2018).

Peristiwa berawal sewaktu Susri Inarti tengah memarkirkan mobilnya di Alfamart. Lantas, dua aktor yg udah mengintai kendaraan korban buat mengmbil beberapa barang pecahkan kaca sisi kanan di kursi tengah memakai alat pemecah kaca atau hammer. Banyak aktor lantas sukses menggondol beberapa barang, salah satunya satu tas kulit berwarna hitam berisi dua unit handphone.

Banyak aktor didapati memang sering berlaga di beberapa lokasi bahkan juga sampai ke luar Jawa barat. Hasil dari identifikasi polisi, sambung Rusdy, aktor telah mengerjakan laganya sekitar 41 kali.

Dalam mengerjakan laganya, dua aktor sama sama membagi pekerjaannya semasing. Ada yg bertindak menjadi pengamat serta pelaksana eksekusi. Mereka mengerjakan laganya tiap-tiap hari tiada kenal siang atau malam.

Rusdy menyampaikan umumnya mereka mengintai terlebih dulu barang memiliki nilai yg dibawa oleh korbannya dalam mobil. Walau begitu, mereka berlaga tiada mengerjakan kekerasan pada korbannya.

“Korban dicermati dahulu dari jauh, membawa tas seperti barang memiliki nilai, disertai lantas sewaktu lamban langsung pecahkan kaca kendaraan serta diambil barang berharganya,” papar Rusdy.

Banyak aktor sukses ditangkap oleh polisi dalam suatu rumah yg terdapat di Padalarang. Sewaktu akan ditangkap, mereka mengerjakan perlawanan hingga polisi terpaksa sekali ambil aksi tegas dengan menembak sisi kaki banyak aktor.

“Pada waktu bakal ditangkap ke dua aktor ini menantang serta meneror jiwa petugas hingga diambil aksi tegas,” jelas Rusdy

Dari banyak aktor, polisi mengamankan beberapa puluh handphone, laptop, barang elektronik, arloji, lantas alat yg diperlukan buat memecah kaca. Karena laganya, mereka terancam dijaring clausal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.