Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Pantau Tempat Hiburan

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Pantau Tempat Hiburan – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya memiliki komitmen untuk selalu lakukan usaha penindakan pada aktor penyalahgunaan narkotika sampai bandar. Semuanya tempat yang terindikasi jadi sarang narkotika, termasuk juga ditempat hiburan juga akan ditindak tegas.

” Bila manajemennya ikut serta, disikat. Tapi bila tidak, ya kita katakan tidak. Tegas, ” kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan di Jakarta, Sabtu (3/2/2018) .

Telah bukanlah rahasia sekali lagi bila tempat hiburan jadi satu diantara tempat dimana orang dapat menggunakan sampai mencari narkotika. Seperti satu diantaranya MG Club yang nyatanya di dalamnya ada pabrik sabu liquid.

Pastinya tidak semuanya tempat hiburan ikut serta dalam tindak pidana narkotika. Tetapi, polisi juga akan menyelidiki sampai level manajemen tempat hiburan bila ada karyawannya yang dapat dibuktikan mengedarkan narkotika.

” Umpamanya tangkap waitresnya jualan didalam, kita check hasil penyidikan yang lakukan cuma waitresnya umpamanya A, tapi bila umpamanya dalam penyidikannya di ketahui atau usangnya masuk ke manajemen ya pasti juga akan kita kerjakan penindakan, ” tegas Suwondo.

Dalam usaha memerangi narkoba ini, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Jumat (2/2) tempo hari menyatukan beberapa entrepreneur tempat hiburan di Jakarta. Polisi menyatakan juga akan lakukan penindakan pada aktor narkoba di semuanya tempat, tidak kecuali tempat hiburan.

” Yang kita omongkan disini, Polri juga akan tetaplah bertindak tegas pada penyalah manfaat narkoba, pengedar atau bandar di semua tempat, salah nya ialah tempat hiburan. Kita instansi profesional dalam pengerjaannya, tapi tidak mengganggu iklim usaha, ” papar Suwondo.

Dalam usaha itu polisi tetaplah memprioritaskan SOP dalam penindakan, satu diantaranya dengan mendatangkan saksi dari pihak tempat hiburan. ” Kita kerjakan usaha penegakan hukum tapi mesti ada saksi pihak entrepreneur contoh satpam yang ada melihat usaha itu, hingga kelak hasil penyidikan memanglah ada kontrol dari orang-orang dalam hal semacam ini satpam, ” katanya.

Pihak Pemprov DKI dapat memohon perubahan hasil penyelidikan ke polisi jika akan lakukan assesment pada tempat hiburan yang baru dikerjakan penindakan oleh kepolisian. Hingga, setelah itu Pemprov DKI dapat ambil langkah setelah itu pada tempat hiburan itu.

” Umumnya mereka bertanya perubahan penyidikannya, kita kasih tahu perubahannya, Siapa yang juga akan lakukan tindak lanjut pada tmpt hiburan itu, seutuhnya kewenangan Pemprov, ” katanya.