Eko Pasrah Angkat Kaki Dari Tempat Tinggalnya

Eko Pasrah Angkat Kaki Dari Tempat Tinggalnya – Eko Purnomo (37) bingung waktu tempat tinggalnya diblokade tembok tetangganya sampai tidak miliki akses jalan keluar ataupun masuk. Penawaran perantaraan tidak diterima tetangganya serta pada akhirnya Eko pasrah angkat kaki dari tempat tinggalnya.

Masalah ini muncul waktu keadaan rumah yang ‘terkepung’ itu diberikan pemilik rumah ke sosial media (sosmed) lewat account Facebook bernama Riko Purnama. Rumah itu punya pemilik account itu yang memiliki nama asli Eko Purnomo.

Rumah bercat hijau itu beralamat di Kampung Sukagalih RT 05 RW 06, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Jawa barat. “Semenjak 2016 pertengahan dibuat rumah di muka serta samping saya. Karena bangunan itu, menjadi tidak ada akses jalan,” tutur Eko.

Eko mengakui sudah sempat berdialog serta ajukan penawaran pada pemilik tanah yang di muka tempat tinggalnya untuk beli beberapa tanah supaya rumah Eko mempunyai akses jalan sebesar Rp 10 juta. Akan tetapi, penawaran Eko tidak diterima pemilik tanah itu.

“Pemilik yang rumah depan sudah sempat nawarin keseluruhan semua dengan sertifikat mohon Rp 167 juta. Jika yang samping masih tidak ingin dengan argumen spesifik,” kata Eko.

Dua adik Eko yang paling akhir tempati rumah itu pada akhirnya sangat terpaksa tinggalkan rumah itu semenjak proses pembangunan rumah tetangga pada tahun 2016.

“Jika bapak saya dibawa ke Jawa karena memang benar ada masalah juga. Tempo hari, saya ngehubungi bapak saya, yang dibicarakan lagi-lagi rumah. Saya nangis bingung mesti bagaimana, pada akhirnya saya posting rumah saya tujuannya ingin di jual, saya menawarkan Rp 150 juta dibawah NJOP, tetapi komentarnya justru caci maki tidak ada akses jalan,” kata Eko.

Persoalan ini mengundang perhatian publik. Tapi sayangnya, aparat kewilayahan Ujungberung Bandung mengakui belumlah tahu masalah yang dihadapi Eko yang tempat tinggalnya ‘terkepung’ bangunan lainnya.

Pihak kewilayahan janji akan mencari jalan keluar untuk menangani persoalan itu. “Jika dari saya, akses jalan itu dibutuhkan. Penduduk mesti dikasih jalan, akses jalannya mesti ada,” kata Camat Ujungberung Taufik pada detikcom lewat sambungan telephone, pada Senin 10 September 2018.

Sengketa ini sampai ke telinga Plt Wali Kota Bandung Oded M Danial. Pria yang akrab dipanggil Mang Oded ini janji selekasnya mengutus aparat kewilayahan merampungkan masalah itu. “Saya yang akan telephone selekasnya (Camat Ujungberung) supaya dituntaskan,” kata Mang Oded, panggilan akrab Oded, pada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, pada Senin 10 September 2018.

Menurutnya, masalah blokade rumah masyarakat ini semestinya jadi masalah kewilayahan. “Cukup sudah kewilayahan semestinya. Saya berharap ke depan kewilayahan tanggap,” papar dia.

Akankah ada jalan keluar?