KPK Melawan Usaha Pelemahan Bentukan DPR

KPK Melawan Usaha Pelemahan Bentukan DPR – Kecaman pada Panitia Angket KPK, yg di anggap cacat hukum, senantiasa bertambah. Perwakilan guru besar dari beraneka kampus terpenting serta tokoh lintas agama, Kamis, 6 Juli 2017, dengan terpisah menjelaskan support pada KPK dalam melawan usaha pelemahan oleh panitia bentukan Dewan Perwakilan Rakyat itu.

Di kompleks Istana Kepresidenan, perwakilan Lembaga Guru Besar Antikorupsi menjumpai Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki buat memberikan surat dari 400 profesor biar Presiden Joko Widodo atau Jokowi berlaku keras pada Panitia Angket KPK. “Presiden butuh berlaku biar kerja KPK dalam usaha pemberantasan korupsi tdk terganggu, ” kata guru besar statistika Institut Pertanian Bogor, Asep Saefudin, sebagai juru bicara lembaga itu.

Dalam pertemuan itu, Asep didampingi guru besar sastra Kampus Indonesia, Riris Kusumawati Toha Sarumpaet ; guru besar ekonomi UI, Mayling Oey ; serta guru besar ekobiologi IPB, Sulistiono. “Karena tdk sesuai sama mekanisme, Panitia Angket KPK tdk butuh diteruskan, ” kata Asep.

Pada waktu yg sama, tokoh Nahdlatul Ulama Solahudin Wahid bersama-sama rombongan tokoh lintas agama bersua dengan pimpinan KPK buat menjelaskan keprihatinan mereka. “KPK waktu terakhir ini mendapatkan dorongan dari beraneka pihak selagi mengupayakan melawan praktek korupsi serta penyalahgunaan wewenang di negara kita, ” kata Gus Solah.

Mereka setuju dapat menyelenggarakan kerjaan bersama-sama jangka waktu dekat di Pesantren Tebuireng, Jombang–asuhan Gus Solah–untuk menggalang support pada KPK.

Sejak mulai resmi dibuat parlemen pada awal Juni, Panitia Angket KPK senantiasa dicibir. Jumlah 135 akademikus yg tergabung dalam Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara serta Hukum Administrasi Negara diawalnya menjelaskan pemakaian hak angket DPR pada KPK cacat hukum dikarenakan salah alamat. Mereka memberi saran biar KPK tdk butuh meladeni gagasan pengecekan oleh Panitia Angket.

Tetapi Panitia Angket KPK bergeming hadapi penolakan umum. “Tak ada persoalan, kami terus jalan, ” kata Ketua Panitia Angket KPK Agun Gunandjar.