Pria 65 Tahun Harus Mendekam di Tahanan Polresta Mojokerto Usai Tipu 11 CPNS

Pria 65 Tahun Harus Mendekam di Tahanan Polresta Mojokerto Usai Tipu 11 CPNS – Walau ramai berlangsung penipuan, masih tetap saja ada orang yang tergiur jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) lewat cara gampang. Tidak pelak beberapa aktor masih tetap gentayangan.

Diantaranya Suhartono (65), yang sekarang mesti mendekam di tahanan Polresta Mojokerto sesudah menipu 11 CPNS. Dari laganya itu, eks Sekretaris Desa Suwaluh, Balongbendo, Sidoarjo ini memperoleh keuntungan Rp 600 juta.

Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono menjelaskan, masalah ini tersingkap sesudah 11 CPNS asal Kabupaten/Kota Mojokerto memberikan laporan Suhartono, 4 September 2018. Beberapa CPNS itu mengakui sudah ditipu oleh terduga.

“Terduga lakukan penipuan dengan modus memberikan janji dapat masukkan beberapa korban jadi PNS di Pemprov Jawa timur,” kata kapolresta waktu jumpa wartawan di kantornya, Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto, Senin (29/10/2018).

Untuk memberikan keyakinan beberapa korban, lanjut kapolresta, terduga mengaku memiliki kenalan di Pemprov Jawa timur. Bahkan juga, Suhartono nekat membuat surat panggilan palsu untuk beberapa korbannya.

Surat itu komplet dengan kop serta stempel Tubuh Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Jawa timur. Dengan surat itu, terduga ingin memberikan keyakinan beberapa korban sudah mendapatkan panggilan untuk ikuti ujian rekrutmen CPNS di Surabaya.

“Kop serta stempel surat dipalsukan oleh terduga,” katanya.

Sesudah korban tertipu, kata Sigit, terduga minta tiap-tiap korban menyetorkan uang Rp 60-70 juta. Bila beberapa korban di terima menjadi PNS, terduga minta dana pelicin digenapi jadi Rp 100 juta per orang.

“Suhartono menjadi pengepul permintaan serta dana dari beberapa korban. Keseluruhan dananya seputar Rp 600 juta,” terangnya.

Waktu dibekuk, menurutnya, terduga berkelit sudah mentransfer dana dari 11 korban ke Rusyanto, pegawai di Pemprov Jawa timur. Akan tetapi, pihaknya pastikan tidak ada pegawai atas nama itu. Diluar itu, terduga ikut tidak dapat tunjukkan bukti transfer itu.

“Terduga kami jerat dengan Masalah 372 serta 378 KUHP mengenai Penipuan serta Penggelapan. Intimidasi hukumannya 4 tahun penjara,” tegasnya.

Sesaat terduga Suhartono bersikeras berkelit cuma untuk orang suruhan Rusyanto, pelaku pegawai di Pemprov Jawa timur. Dari jasanya menemukan CPNS yang ingin jadi PNS lewat cara gampang, terduga mengakui memperoleh imbalan 10% dari dana yang disetorkan beberapa korban.

“Saya belumlah dikasih sisi saya. Hanya saya mengambil untuk fasilitas saya seputar Rp 50 juta,” kilahnya.