Home / Berita Umum / Tersangka Korupsi Benih Kedelai untuk 72 Kelompok Tani Ditahan Kejari Ponorogo

Tersangka Korupsi Benih Kedelai untuk 72 Kelompok Tani Ditahan Kejari Ponorogo

Tersangka Korupsi Benih Kedelai untuk 72 Kelompok Tani Ditahan Kejari Ponorogo – Kejari Ponorogo meredam WK, terduga masalah korupsi penyedia benih kedelai untuk 72 grup tani di Ponorogo. Disangka nilai korupsi WK sebesar Rp 1,3 M.

“Ada dana pertolongan dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Pertanian Propinsi Jawa timur diperuntukkan untuk 72 grup tani (poktan). Semasing poktan bisa dana untuk beli benih kedelai, pupuk serta fasilitas produksi (saprodi). WK memberikan keyakinan petani bila dianya orang Kementerian, bahkan juga ikhlas mengongkosi petani waktu pengenalan supaya mereka yakin. Terduga juga diambil menjadi pihak vendor oleh Kementerian. Melalui Dinas Pertanian Jawa timur dia dikucuri dana sebesar Rp 3,9 M,” kata Kepala Kejari Ponorogo Hilman Azazi di kantornya Jalan MT Haryono, Jumat (16/11/2018).

Akan tetapi oleh WK, benih cuma di kirim 58 ton dari keseluruhan 160 ton. Diluar itu, WK ikut sudah kirim saprodi seperti pupuk serta pestisida. Akan tetapi benih kedelainya ikut belumlah di kirim.

“Walau sebenarnya ini program pemerintah untuk pelebaran tanaman kedelai, walau di kirim obatnya tetapi jika tanamannya tidak ada kan sia-sia,” tandas ia.

Sekarang, WK ditahan kejari sebab dipandang kurang kooperatif juga telah kantongi 2 alat bukti menjadi pemberat. Pertama, jumlahnya keganjilan yang diketemukan seperti kuitansi bukti pembayaran yang tidak dapat ia berikan. Ke-2, waktu pemanggilan WK, yang berkaitan telah 3 kali mangkir.

“Momen ini telah ada tindak pidananya sebab menyalahi persetujuan, kami tahan untuk memudahkan proses penyelidikan. Sebab WK ini kurang kooperatif,” jelas ia.

Karena, WK didapati terima saluran dana sebesar Rp 3 M dengan setahap dari Kementerian Pertanian. Mulai Januari-Maret 2018. Dari uang itu semestinya WK bekerja menjadi penyedia keperluan petani, dari mulai benih, pupuk serta saprodi yang lain.

Akan tetapi sampai batas waktu yang dipastikan tidak ada kiriman barang yang dijelaskan dari persetujuan.

“Dana itu diambil dari Aturan Penghasilan serta Berbelanja Negara Pergantian (APBN-P) 2017 serta pencairannya tahun 2018. Kita tidak paham bagaimana dana itu dapat mengalir ke rekening pribadi terduga,” tuturnya.

Akhirnya, WK saat 20 hari ke depan ditahan dengan sangkaan masalah 2 serta masalah 3 UU No 31 mengenai pidana korupsi.

“Kelak peningkatan selanjutnya, saya berikan kembali,” tegasnya.

About admin