Kabur Dari Pesantren Karena Tidak Kerasan Seorang Santri Dari Ponorogo Harus Berurusan Dengan Polisi

Kabur Dari Pesantren Karena Tidak Kerasan Seorang Santri Dari Ponorogo Harus Berurusan Dengan Polisi – Warganet dihebohkan dengan video viral wanita bercadar yg di kabarkan diamankan petugas di Terminal Styletri Tulungagung, Jawa Timur. Polres Tulungagung berikan keterangan berhubungan video itu. Di yakinkan berita apabila wanita berinisial SAN tak dapat naik bus yakni hoax dengan kata beda bohong.

Informasi kenyataannya yakni SAN, warga Ponorogo masih duduk di kelas 2 SMP juga merupakan santriwati di satu di antara pesantren di Tulungagung. Dia kabur dari Ponpes karna merasa tak senang di sana.

Kasubag Humas Polres Tulungagung Iptu Sumaji menuturkan, mula-mula sekitaran jam 08. 00 WIB, SAN duduk di tangga depan pagar tempat tunggu penumpang juga berada pada samping bus patas jurusan Surabaya selama 20 menit. Dia duduk diam sambil membawa tas juga memainkan jari-jari.

” Beberapa orang yg tengok hal semacam itu berikan laporan ke petugas Kemenhub Terminal Styletri. Oleh petugas Dinas Kemenhub, SAN diajak naik ke tempat tunggu penumpang. Sehabis 15 menit, sekitaran 08. 15 WIB, SAN naik ke Bus Bagong, ” kata Iptu Sumaji, Selasa (15/5).

Kala SAN di dalam bus, penumpang ada yg khawatir juga kelanjutannnya memohon Dishub utk melihat SAN. Karna tak mampu beri identitas, kelanjutannnya SAN dibawa ke kantor utk disuruhi informasi.

” Kelanjutannnya pihak Kemenhub menghubungi Polsek K juga Polres. Sehabis pihak Polsek datang di tanyalah data jati dirinya sendiri, baru SAN menuturkan detailnya. Lantas pihak Polres menghubungi pihak pesantren melalui Babhinkamtibmas-nya, ” ujarnya.

Pihak pondok kelanjutannnya menjemput SAN juga diantar petugas Polres. ” Dari informasi pengurus pondok, benar-benar SAN udah empat kali keluar dari pondok tanpa adanya izin dengan kata beda kabur. 3x di ketemukan juga yg ke-4 dia memanfaatkan cadar biar mampu keluar dari pondok. Juga kini yg berhubungan udah berada pada pondok kembali, ” pungkasnya.