P2TP2A Ja-bar Mencatat Tahun 2018 Ada 23 Perkara Perdagangan Manusia

P2TP2A Ja-bar Mencatat Tahun 2018 Ada 23 Perkara Perdagangan Manusia – Pemprov Ja-bar senantiasa mengusahakan menghimpit perkara perdagangan manusia lewat program-program yg udah di luncurkan. P2TP2A Ja-bar mencatat pada 2018 udah mengatasi 23 perkara perdagangan manusia.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan yang menimbulkan khusus terjadinya perkara perdagangan manusia yaitu soal ekonomi. Menurut dia, banyak korban sejumlah besar tergiur penerimaan yg besar tiada paham pekerjaan yg bakal dilaksanakan.

” Kita lihat soal Ja-bar ini ada ketimpangan ekonomi, pendidikan, infrastruktur utamanya macam-macam. Jadi bila kita lihat human trafficking itu sebelumnya iming-iming ekonomi. Mereka ditawari kerja ubah kesana (daerah khusus) bisa penerimaan Rp 30 juta. Tiada didapati nyata-nyatanya diperbudak dengan cara seksual. Bermakna sebelumnya gosip ekonomi, ” ujarnya, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (10/1/2018) .

Dalam peluang itu, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, menghimbau warga Ja-bar terlebih wanita buat lebih waspada disaat ada pihak yg tawarkan pekerjaan dengan penghasilan spektakuler. ” Banyak wanita bila ada iming-iming pekerjaan dengan penghasilan spektakuler mesti sangsi. Pastinya ada apa-apa, ditambah lagi dipindahkan jauh di luar lokasi, ” kata Emil.

Pemprov Ja-bar udah menyediakan beragam program buat menghimpit perkara perdagangan manusia. Terlebih program pemberdayaan ekonomi warga.

Misalnya, program Satu Desa Satu Perusahaan yg udah di luncurkan saat lalu. Lewat program ini dikehendaki perekonomian warga desa dapat bertambah. Lantas juga ada program Credit Mesra yg dapat dipakai warga buat mencari modal upaya.

” Dikehendaki dengan desa kuat, tak ada lagi ibu-ibu yg terpaksa sekali jadi TKW (tenaga kerja wanita) , ” ujar Emil.

Tidak cuman soal ekonomi, Pemprov Ja-bar udah bikin program buat menambah keselarasan keluarga. Satu diantaranya lewat program Sekolah Wanita Capai Yang dimimpikan serta Cita-Cita (Sekoper Cinta) .

” Dalam program itu ada penguatan ketahanan keluarga, keselarasan serta ekonomi. Jadi batinnya kita ada program, ekonominya ada program, ” ujar Emil.