Percakapan Adik Bos Travel Lewat Telphon

Percakapan Adik Bos Travel Lewat Telphon – Sidang kelanjutan tehadap tiga terdakwa bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Hasibuan serta Siti Nuraidah Hasibuan dengan sebutan lain Kiki kembali digelar di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Senin (26/3/2018) .

Persidangan yg mengahirkan 12 orang ini dibagi jadi 4 sesion ialah eks karyawan 6 orang, Franchise 3 orang, partner kerja ada 1 orang, lantas dari vendor ada 2 orang.

Sidang diawali terlebih dulu dengan dengerin info dari 6 eks Karyawan Firts Travel.

Hakim Ketua Subandi selanjutnya bertanya nama, jabatan di First Travel juga ada interaksi apa dengan banyak terdakwa terhadap ke-6 orang saksi.

Saksi yg datang dari eks karyawan First Travel ialah Radhitia, Wisnu Murtiyono, Hendi, Adi Sumanto, Agus Junaedi serta Annisa Zulfida.

Kala bertanya nama saksi ke-5 ialah Agus Junaedi, Hakim Subandi baru tahu bahwa saksi ada interaksi keluarga dengan terdakwa.

Saudara saksi, Agus Junaedi, siap jadi saksi. Ada interaksi keluarga tak dengan terdakwa? , ” bertanya Hakim Subandi.

Selanjutnya, saksi Agus Junaedi, menjawab bahwa dirinya sendiri ada interaksi keluarga dengan terdakwa.

” Ada pak, ” jawab Agus Junaedi.

Lantas, Hakim Subandi kembali mengatakan terhadap saksi benarkah ada interaksi keluarga dengan terdakwa.

” Anda ada hububgan saudara dengan terdakwa siapa? , ” bertanya kembali.
” Saudara Andika, ” jawab Agus.

” apa interaksi saudara dengan Andika, ” bertanya Suhandi kembali.

” Adik kandung, ” jawab Agus.

” Jadi saudara ini adik kandung terdakwa Andika ya? Saudara pengin jadi saksi? , ” bertanya Subandim

” Benar-benar ada pilihannya pak? , ” bertanya Agus.

” Ada pilihannya, ya Pak Jaksa ada pilihannya kan. bisa mengundurkan diri dipandang dari pasal 21 A. Akan tetapi saudara pengin mengundurkan diri atau tak? , ” bertanya Subandi.

” Saya mengundurkan diri saja, ” jawab Agus.
” Ya udah saudara silahkan meninggalkan area persidangan, ” Subandi mempersilakan.

Agus selanjutnya berdiri serta membungkukan tubuh kearah Hakim.

” Terima kasih, ” ucap Agus.
Agus yg kelihatan memakai pakaian biru muda bercelana jemas biru ini segera meninggalkan area persidangan.

Mass media pernah mengusahakan menguber Agus utk dimintai info akan tetapi dia menampik serta segera menuju area runggu saksi.

Didalam area tunggulah saksi, dia lebih menentukan menutupi berwajah dengan masker serta enjoy memainkan mobile phone.

Didapati, Jaksa mendatangkan 12 orang saksi utk menggali tentang pendaftaran serta keuangan First Travel.

Pasalnya, dimulai dari pendaftaran calon jemaah sampai pembayaran seluruh dilaksanakan segera oleh terdakwa Andika Surachman, Anniesa Hasibuan serta Siti Nuraidah Hasibuan dengan sebutan lain Kiki.

Andika serta istrinya, Annisa didakwa tidak mematuhi pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP serta pasal 372 KUH junto pasal 55 ayat 1 KUHP junto pasal 64 ayat 1 KUHP serta pasal 3 Undang – Undang No 8 th. 2010 perihal mencegahan serta pemberantasan tindak pidana pencucian duit junto pasal 55 ayat (1) KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sesaat, terdakwa Siti Nuraidah Hasibuan dengan sebutan lain Kiki, adik Annisa djerat pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP junto pasal 64 ayat (1) KUHP atau pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, qApasal 3 UU No 8 Th. 2010 perihal mencegahan serta pemberantasan tindak pidana pencucian duit jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Mengenai keseluruhan kerugiannya di perkirakan meraih Rp 905, 33 miliar dari keseluruhan 63. 310 calon jemaah umrah yg tidak sukses diberangkatkan.

Ke tiga terdakwa terancam hukuman penjara 20 th. lebih hingga seumur hidup.