Home / Berita Umum / Polri Mengirim Pasukan Penjaga Perdamaian Di Lima Daerah Konflik

Polri Mengirim Pasukan Penjaga Perdamaian Di Lima Daerah Konflik

Polri Mengirim Pasukan Penjaga Perdamaian Di Lima Daerah Konflik – Ke polisian Republik Indonesia (Polri) kirim pasukan Garuda Bhayangkara jadi penjaga perdamaian (peacekeeper) di lima misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) . Mereka bakal bekerja di lima daerah perseteruan di antaranya, Sudan (UNAMID) , Afrika Tengah (MINUSCA) , Haiti (MINUJUSTH) , Sudan Selatan (UNMISS) serta Kongo (MONUSCO) .
Pasukan yg bergabung dalam dua Formed Police Unit (FPU) serta Police Advisors Indonesia yg libatkan 40 Polwan kokoh itu bakal ditugaskan untuk misi pemeliharaan perdamaian di beberapa daerah perseteruan sama seperti disuruh oleh PBB.

” Pasukan ini udah kita sediakan sesuai dengan kepentingan daerah misi selesai team Recce (team aju) mengerjakan kunjungan serta memperdalam bermacam kabar perihal Penelitian Daerah Operasi, ” tutur Kepala Divisi Interaksi Internasional Polri Irjen HS Maltha kala pimpin upacara etika pembaretan untuk calon peacekeeper di Pusat Latihan Multifungsi Polri, Cikeas, Bogor, Minggu (16/12) .
Selesai mengerjakan penelitian daerah, Polri lantas membuat program yg serasi dengan SOP PBB untuk mengatasi pertentangan daerah perseteruan. Bermacam latihan diadakan saat sembilan bulan di Puslat Multifungsi Polri, Cikeas, Bogor.

” Dari histori panjang perjalanan Kontingen Garuda Bhayangkara Polri semenjak di Namibia 1989 sampai 2017, PBB berikan animo fantastis pada service internasional serta kapasitas optimal yg selamanya Polri persembahkan, ” ujar Maltha.

Mengenai pasukan yg bakal kirim sejumlah 381 personil. Dengan pembagian lokasi pekerjaan, 198 personil FPU 11 ke UNAMID (Sudan) , 154 personil FPU 1 ke MINUSCA (Afrika Tengah) , dan Police Advisor sejumlah 29 personil terbagi dalam dua personil ke Haiti (MINUJUSTHS) , tujuh personil ke Sudan Selatan (UNMISS) , 14 personil ke Kongo (MONUSCO) , serta enam personil ke Afrika Tengah (MINUSCA) . Dari keseluruhan keseluruhnya, 43 salah satunya adalah polisi wanita (polwan) .

” Memang jumlah ada penambahan apabila di banding tahun awal mulanya. Ini adalah permohonan oleh PBB, serta kita termasuk kontingen sangat siap untuk mempersiapkan pasukan FPU ini. “

Beberapa personil sudah dilengkapi dengan bermacam ketrampilan yg mendukung pekerjaan mereka di daerah perseteruan. Termasuk juga ketrampilan berbahasa asing, seperti Bahasa Arab, Prancis, serta Inggris. Mereka bakal bekerja saat 1 tahun.

Kepala Biro Misi Interaksi Internasional Polri Brigjen Krishna Murti memaparkan pekerjaan pasukan FPU serta Police Advisor saat ada di daerah misi PBB. Antara lainnya mengamankan objek krusial punya PBB sampai membuat perlindungan beberapa pengungsi.

” Pekerjaan mereka mengamankan sarana krusial punya PBB, mengamankan realisasi pekerjaan Police Advisors, membuat perlindungan beberapa pengungsi di IDPs’ camp atau kamp-kamp pengungsi, dan mengamankan proses distribusi perlindungan kemanusian, ” kata bekas Direktur Reserse Kejahatan Umum Polda Metro Jaya itu.

About admin