Home / Kesehatan / Sakit Kepala Yang Menyebabkan Tumor Otak

Sakit Kepala Yang Menyebabkan Tumor Otak

Sakit Kepala Yang Menyebabkan Tumor Otak – Sempatkah Anda alami yang dirasa pusing yg tidak kunjung sembuh? Merasa pandangan kabur dari kian waktu? Atau beberapa jangan sampai ada ganjalan di bagian mata? Siaga. Ini bisa jadi pertanda ada penganggu bernama tumor di bagian otak Anda.

” Apabila pusing jangan sampai diremehkan. Memang ini tanda subjektif, kurang tidur misalnya bisa pusing. Tetapi apabila pusing lebih dari sebulan dan berjalan terutama saat pagi hari sebaiknya periksa ke dokter, itu bisa tanda ada tumor di otak, ” papar spesialis bedah saraf dari Comprehensive Brain and Spine Centre Surabaya, dr Agus C Anab, SpBS di Jakarta, seperti ditulis dari AntaraNews.

Dia mengatakan, sebagian pasien tumor otak yang alami tanda problem pandangan tidak tahu hadirnya tumor sampai baru berkonsultasi dengan dokter saat sudah terlambat.

” Mata (pandangan) kabur, dipikir kelainan kacamata atau ada problem di saraf mata. Banyak datang dalam kondisi terlambat, sudah berjalan problem mata, tidak bisa saksikan. Saraf punyai minimnya.kurang tersedianya, waktu sudah tertekan lama (karna tumor misalnya) sulit kembali normal, ” kata Agus.

Kemungkinan yang disebabkan tumor otak

Tumor otak jadi satu di antara pembunuh diam-diam di dunia kesehatan. Meskipun pemicunya dasarnya belum di kenali dengan pasti, terdapat banyak segi kemungkinan yang begitu mungkin saja terjadinya tumor. Segi kemungkinan ini salah satunya herediter (diwariskan dari orang-tua), virus onkogen, radiasi misalnya dari smartphone, zat kimiawi termasuk penyedap rasa, pil KB, dan rokok.

Kecuali pusing dan pandangan kabur, tanda yang beda apabila seseorang memikul derita tumor di bagian otaknya, yakni mual, muntah, kejang, hingga melemahnya anggota contoh.

” Ini sebenarnya sudah agak terlambat, ” tutur Agus.

Oleh karena itu, waktu yang dirasa pusing dan pandangan kabur keluar, selekasnya lakukan periksa ke dokter jadi deteksi awal jika memang ada tumor di bagian otau tidak.

” Angka kejadiannya 25 ribu per th. di Indonesia. Sebagian besar pasien datang pada step lanjut, sudah terlambat. Perlu check up. Atau MRI jadi deteksi awal, ” tutur Agus.

About editor