Sunaryo Tega Membacok Balita Hingga Tewas Karena Sakit Jiwa

Sunaryo Tega Membacok Balita Hingga Tewas Karena Sakit Jiwa – Seseorang pria membacok balita sampai meninggal serta melukai dua tetangganya di Temanggung. Polisi mengatakan pria bernama Sunaryo (26) ini sebelum bikin lancar perbuatan sadisnya pernah dibawa keluarganya ke rumah sakit jiwa.

” Sekian lama ini ia kerja biasa, tidak ada keanehan atau ketidakpasan. Namun serasi hari Senin tempo hari, mendadak ia kaya orang bingung, ” jelas Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi, terhadap detikcom, Selasa (13/11/2018) .

Sebab keadaan itu, lanjut Dwi, kawan-kawan kerja terduga lalu mengontak kerabat terduga di Temanggung supaya menjemput Sunaryo.

” Selanjutnya terduga dijemput serta dibawa pulang. Dalam perjalanan, terduga pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Soerojo Magelang dahulu sebab keadaan linglungnya, ” tambah Dwi.

Sepanjang di RSJ, terduga tidak ingin dicheck serta dikasih obat. Ia lantas lalu dibawa pulang ke Temanggung.

Tiada dikira, baru beberapa waktu pulang di Temanggung, terduga menganiaya balita balita Rafa Nesya Ardhani (2, 5) memakai golok sampai alami luka bacok serta wafat. Ia pun melukai ibu korban, Khalisatun Mafruroh (23) serta tetangganya, Atik Ernawati (31) .

” Ada tiga korban yg terserang sabetan senjata tajam oleh aktor. Ada satu yg kecil umur 2, 5 tahun wafat, dua yang lain luka bacok serta saat ini dirawat di RSUD Temanggung, ” tutur Dwi.

Dwi menuturkan, moment itu berlangsung Senin (12/11/2018) sore kira-kira jam 15. 30 WIB.

” Buat waktu ini aktor telah kita amankan serta waktu ini tetap kami dalami, saksi-saksi sejumlah 6 orang pun udah kita melakukan kontrol, ” papar Dwi.

Dwi awal mulanya menuturkan jika tidak ada interaksi keluarga pada aktor dengan korban. Tetapi didapati Sunaryo sekian lama ini kerja dengan kakek korban.

Jadi terduga ini kerja pada tempat Mbahnya korban. Ia kerjanya menjadi penambang pasir di area lereng Merapi, di Magelang. Namun belum juga kita yakinkan simbah korban ini pemilik tempat tambang atau upaya depo pasir, ” katanya.

” Sesaat ini pun belumlah ada kabar pada terduga dengan keluarga korban ada dendam atau apakah. Cuma tetangga mengatakan jika terduga kerja pada tempat simbah korban, ” tambah Dwi.