Tempat Tinggal Iwan Dengan TPA Berjarak Lebih Kurang 200 mtr

Tempat Tinggal Iwan Dengan TPA Berjarak Lebih Kurang 200 mtr – Hari-hari Iwan (36) semakin banyak di habiskan ditempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Panas terik ia hadapi untuk mencari barang sisa buat dipasarkan ke agen botot.

” Hasil barang sisa ini dipasarkan ke botot, 1 hari dapat sanggup Rp 80 ribu atau Rp 90 ribu, ” tukasnya selagi dijumpai detikcom di TPA Medan, Senin (12/3/2018) .A

Tempat tinggal Iwan dengan TPA berjarak lebih kurang 200 mtr.. Mulai sejak pagi, dia telah pergi ke TPA sampah buat mencari barang sisa. Jalan kaki jadi pilihannya dikarenakan dia tidak punya kendaraan. Kadang waktu, dia menumpangi truk sampah buat hingga ke tempat.

Goni serta gancu (alat memungut sampah) selamanya dia bawa. Barang sisa sampai botol minuman yg dipungut dimasukkan dalam goni. Banyak barang itu selanjutnya dikumpuli serta di tempatkan didalam tempat tinggalnya.

Jadi pemulung yaitu pilihan Iwan sejak mulai 3 th. yg saat lalu. Hal semacam ini menyusul sehabis dianya sendiri diberhentikan ditempat pekerjaannya di pabrik sawit.

” Diawalnya saya di pabrik sawit kerja, area blower. Lantas ada pengurangan anggota, termasuk juga saya yg terkena, ” tangkisnya.

Isteri Iwan yg setiap harinya ibu rumah-tangga itu cuma dapat pasrah mendegar berita itu. Dia terus bersabar serta menunjang mengatur barang sisa yg di cari suaminya. Iwan tidak pingin anaknya, Sanjaya Permana (8) yg saat ini duduk di bangku sekolah basic kelas II ikuti jejak ayahnyamenjadi seseorang pemulung.

” Pengen tak ingin ya jadi pemulung, laki laki kan tulang punggung keluarga. Anak terus mesti sekolah, seandainya dapat janganlah seperti bapaknya pemulung. Pokoknya mesti sekolah, berhasil, ” tukasnya.